4 Faktor yang Mempengaruhi BAB Keras pada Bayi

4 Faktor yang Mempengaruhi BAB Keras pada Bayi

 Sembelit pada bayi biasanya terlihat saat akan buang air besar. Bayi terlihat mengejan dan ketika dan merasa kesakitan. Kotoran yang dikeluarkan bertekstur keras dan cenderung kering. Beberapa faktor diantaranya karena pemberian makanan yang kurang tepat. Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi BAB keras pada bayi.

1. Pemberian MPASI

Bayi mengalami susah BAB mayoritas karena baru mengenal MPASI. Organ pencernaan bayi membutuhkan adaptasi untuk mencerna segala jenis makanan yang bersifat baru. Sembelit atau konstipasi yang dialami karena faktor ini biasanya cukup ringan. Jika orangtua memberikan MPASI yang rendah serat, bayi akan besar kemungkinan sulit BAB.

Anda dapat merubah menu MPASI untuknya jika terjadi demikian. Berikan makanan dengan kadar serat tinggi agar memperlancar. Anda dapat memberinya brokoli, buah persik, pir, atau apel. Anda juga dapat mengkreasikan bahan makanan tersebut agar aman untuk pencernaan si bayi. Hindari makanan keras yang belum cocok bagi lambungnya.

2. Kekurangan Cairan

Bayi membutuhkan asupan cairan yang cukup seperti pada anak-anak dan orang dewasa. Jika tidak, bayi bisa mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi. Keadaan tersebut dapat memicu segala makanan yang masuk terserap di dalam ususnya. Jika sudah demikian, kotoran bayi akan menjadi keras dan kering sehingga sulit dikeluarkan.

Berikan selalu susu dan air untuk menjaga fungsi organnya tetap bekerja optimal. Anda dapat memberinya jus buah seperti pir sesekali. Buah pir dapat membantu pergerakan usus menjadi lebih cepat. Sistem pencernaan bayi akan lebih mudah bekerja sehingga kotoran yang dihasilkan tidak keras serta bayi dapat BAB dengan lancar.

3. Muntaber

Bayi yang mengalami ini mayoritas berumur diantara enam bulan. Bayi yang mengalami muntaber (muntah dan berak) dapat mengalami susah BAB hingga dehidrasi. Keadaan tersebut disebabkan karena cairan yang keluar membuat feses menjadi kurang basah. Segera periksakan ke dokter atau rumah sakit bila bayi Anda mengalami hal tersebut.

Agar bayi Anda tidak mengalami susah BAB, ajari Ia berjalan atau merangkak. Aktivitas fisik dapat memicu bekerjanya sistem pencernaan. Jika tubuh bayi aktif bergerak, pergerakan usus juga akan terdorong untuk mengeluarkan feses. Alternatif lain adalah baringkan bayi Anda perlahan dan gerakkan kakinya melingkar dari depan.

4. Perubahan Suasana dan Lingkungan

Faktor lain yang menyebabkan BAB keras adalah mungkin bayi mengalami stres. Keadaan tersebut dapat dipicu karena perubahan cuaca, lingkungan atau karena bepergian. Faktor tersebut membuat bayi tidak nyaman dan mengganggu suasana hatinya. Jika terjadi demikian Anda dapat memijat perut bayi secara lembut membentuk pijatan I, L dan U di bawah perut.

Berikut tadi adalah 4 faktor yang mempengaruhi BAB keras pada bayi. Hindari menggunakan obat pencahar karena belum tepat untuk usia dan pencernaannya. Selalu berikan makanan yang sesuai dengan umur tiap bayi. Jika bayi susah BAB dalam waktu lama, segera konsultasikan ke ahli medis.